PSSI: Penggunaan VAR Tingkatkan Akurasi Keputusan Wasit hingga 90 Persen di Super League

Teknologi Video Assistant Referee dinilai membantu meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit, meski PSSI menilai masih perlu perbaikan berkelanjutan.

PSSI: Penggunaan VAR Tingkatkan Akurasi Keputusan Wasit hingga 90 Persen di Super League
PSSI: Penggunaan VAR Tingkatkan Akurasi Keputusan Wasit hingga 90 Persen di Super League

skyroam.id, Aceh — Komite Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyampaikan bahwa penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) berhasil meningkatkan akurasi keputusan wasit dalam kompetisi sepak bola kasta tertinggi, Super League, hingga mencapai 90 persen.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut didasarkan pada analisis data pertandingan yang dinilai secara objektif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Refereeing Workshop for Media” yang digelar PSSI bersama PSSI Pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Ogawa, hingga pekan ke-23 musim kompetisi Super League 2025/2026, tercatat sebanyak 239 insiden krusial yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 215 keputusan wasit dinilai tepat, atau sekitar 90 persen dari total insiden yang terjadi. Persentase ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada musim 2024/2025, ketika tingkat ketepatan keputusan wasit mencapai sekitar 80 persen dari 183 insiden dengan 161 keputusan dinilai benar.

Sementara itu, jumlah keputusan yang dinilai keliru pada musim ini mencapai 24 insiden atau sekitar 10 persen. Walaupun secara jumlah meningkat dibanding musim sebelumnya yang mencatat 22 keputusan salah, persentasenya justru menurun dari 12 persen menjadi 10 persen.

Ogawa menegaskan bahwa proses evaluasi keputusan wasit dilakukan melalui kajian data yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dengan meninjau ulang rekaman pertandingan.

Ia mengakui bahwa pembahasan mengenai keputusan wasit sering memunculkan perbedaan pendapat. Namun, setiap evaluasi tetap menghasilkan kesimpulan yang jelas mengenai apakah keputusan tersebut benar atau keliru.

Meskipun menunjukkan perkembangan positif, Ogawa mengaku pihaknya belum sepenuhnya puas dengan capaian tersebut. Komite Wasit PSSI, kata dia, akan terus memberikan pelatihan dan edukasi kepada para wasit serta perangkat pertandingan agar kualitas kepemimpinan di lapangan semakin meningkat.

Dalam praktiknya, keputusan wasit kerap memicu perdebatan maupun protes dari sejumlah pihak. Meski demikian, setiap kesalahan tetap dapat ditangani melalui mekanisme evaluasi yang telah ditetapkan.

Ogawa juga mengingatkan agar kritik atau protes terhadap keputusan wasit tidak dilakukan secara berlebihan, terutama hingga mengancam keselamatan para pengadil lapangan.

Ia berharap seluruh elemen sepak bola nasional dapat bersama-sama menjaga keamanan wasit sehingga mereka dapat memimpin pertandingan tanpa tekanan. Menurutnya, perlindungan terhadap wasit menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *