Uncategorized  

Ricky Soebagdja Sebut Misi Berat Fikri/Bagas pada Kejuaraan Asia 2024

LigaNusantara.com – Fikri/Bagas saat ini menduduki peringkat ke-9 dalam race to Paris bersaing dengan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China) yang berada satu tingkat di atasnya.

Indonesia saat ini baru memastikan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang lolos Olimpiade Paris 2024 setelah menjuarai All England Open 2024.

Fajar/Rian menempati peringkat ketujuh. Di antara FajRi dan BaKri ada wakil China yaitu Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, yang juga menginginkan posisi delapan besar.

Seperti Fikri/Bagas, juara Indonesia Open satu kali itu tertinggal dari rekan kompatriot yaitu Liang Wei Keng/Wang Chang (peringkat ke-3).

Persaingan Fikri/Bagas dan Liu/Ou untuk tiket kedua bagi negara masing-masing akan ditentukan di Kejuaraan Asia 2024, event besar terakhir dalam kualifikasi Olimpiade Paris 2024.

Syarat Fikri/Bagas untuk merangsek ke peringkat delapan besar adalah minimal mencapai babak semifinal dan dua langkah di depan Liu/Ou.

Sebagai contoh, jika Fikri/Bagas sampai ke semifinal, mereka hanya akan menggeser peringkat Liu/Ou jika rival mereka itu kalah dini sebelum perempat final.

Adapun jika Liu/Ou mencapai perempat final, syarat Fikri/Bagas jauh lebih berat karena mereka harus mencapai babak final.

Jika Liu/Ou mampu tampil hingga final, ganda putra Indonesia hanya diwakili Fajar/Rian di Paris 2024.

Liu/Ou pun bukan satu-satunya ancaman Fikri/Bagas karena di sisi lain mereka bisa disalip oleh wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi Lin yang merupakan peraih emas Olimpiade Tokto 2020.

“Targetnya tetap juara. Jika pada Swiss Open juara lebih ringan lagi sebenarnya bagi Fikri/Bagas gitu. Setelah kalah cukup berat untuk Kejuaraan Asia,” kata Kabid Binpres PP PBSI, Ricky Soebagdja di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

“Minimal mereka (Fikri/Bagas) menembus delapan besar agar ganda putra Indonesia meloloskan dua pasang.”

Sampai dengan ini, tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri sudah aman. Tinggal Fikri/Bagas dan ganda campuran yang mengikuti lima turnamen karena mengejar poin.”

“Kami akan mendorong sampai dengan event terakhir (kualifikasi Olimpiade) karena kami ingin meloloskan banyak wakil,” ujar Ricky.

Setelah itu, Ricky akan fokus agar pemain mencapai posisi unggulan yang baik.

“Untuk seeded dilihat dari ranking dunia bukan dari race to Olympic. Jadi posisi itu sangat penting. Jangan sampai nanti sudah bertemu pemain unggulan pada babak awal,” kata legenda ganda putra Indonesia itu.

“Yang terpenting, atlet dalam keadaan sehat, tidak cedera. Selain teknis, kami minta juga keterbukaan bagi para pemain dan pelatih, sehingga memang semuanya kita bisa maksimal mungkin dan segera kami obati,” tutur Ricky.

“Tadi bahwa bagaimana nyaman berlatih, nyaman tanpa memikirkan hal yang lain-lain, tetapi kita juga butuh keterbukaan.”

“Tetapi, tim pendukung khususnya untuk Olimpiade juga ada tim Ad-Hoc. Disana memang sudah sangat lengkap ya di situ, psikologisnya di situ, analisnya di situ.”

“Ada laporan, harian, mingguan, dan dua mingguan dengan ketua Ad Hoc. Jadi, sangat detail,” ucap peraih emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky itu.

“Jadi tradisi emas Olimpiade tetap terjaga. Kami harus optimis. Tadi saya dengarkan kembali bahwa bagaimana performa tren positif kemarin All England.”

“Kami berharap bisa penampilan pemain seperti itu, mengeluarkan semua kemampuan dengan maksimal, begitu luar biasa ya. Kita harapkan menjaga performa itu.”

“Raihan All England bukan kebetulan. Mereka dengan segala kemampuannya mengalahkan para unggulan. Dan kalau lihat pertandingan di sana, itu dari first round, second round, terus sampai ke final itu begitu luar biasa progress-nya,” ucap Ricky.

“Tinggal menjaga performa itu. Bagaimana penampilan. Istilahnya, performa seperti kemarin bisa ditampilkan pada Olimpiade.”

“Menjaga performa itu juga yang sangat penting dengan sisa waktu yang ada sekarang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *